Keyword turunan (sering disebut related keywords atau LSI keywords) adalah kata/frasa terkait yang membantu mesin pencari memahami konteks topik utamamu. Bukan untuk mengganti keyword utama, tapi melengkapinya agar konten terasa natural, komprehensif, dan lebih relevan dengan berbagai variasi pencarian pengguna.
Daftar Isi
ToggleBedanya dengan Keyword Utama, Sinonim, dan Long-tail
- Keyword utama: fokus utama artikel. Contoh: “kopi robusta”.
- Keyword turunan/LSI: istilah yang berkaitan konteks—bisa sinonim, atribut, problem, atau subtopik. Contoh: “cita rasa robusta”, “kafein robusta”, “perbedaan arabika vs robusta”, “cara seduh robusta”.
- Sinonim: kata berbeda tapi makna mirip. Sebagian sinonim bisa jadi keyword turunan, tapi LSI tidak selalu sinonim.
- Long-tail keyword: frasa lebih spesifik dari keyword utama. Misal: “cara menyeduh kopi robusta tanpa alat”. Long-tail bisa menjadi keyword turunan jika relevan dengan artikel.
Manfaat Keyword Turunan untuk SEO
- Meningkatkan relevansi topik: mesin pencari melihat kontenmu membahas aspek-aspek penting dari satu tema.
- Menangkap variasi pencarian: memperluas peluang tampil di kueri semakna.
- Membuat tulisan lebih natural: mengurangi pengulangan yang kaku dari keyword utama.
- Memudahkan struktur konten: LSI sering “menyulut” ide subbagian/H2/H3 yang berguna.
Cara Menemukan Keyword Turunan (Langkah Praktis)
- Autocomplete & Related Searches (SERP)
- Ketik keyword utama di Google → catat saran autocomplete.
- Scroll ke bagian “Penelusuran terkait” → itu kandidat LSI yang bagus.
- People Also Ask (PAA)
- Kumpulkan pertanyaan yang sering muncul. Jadikan subjudul/FAQ.
- Analisis kompetitor yang top-3
- Perhatikan heading, istilah berulang, dan topik pendukung yang mereka pakai.
- Google Trends
- Lihat istilah yang naik terkait keyword utama; catat variasi regional/seasonal.
- Search Console (untuk situs aktif)
- Buka Performance → Queries → temukan kueri terkait yang sudah memunculkan impresi.
- Forum/Komunitas/Reddit/Quora
- Ambil bahasa alami dari pengguna: masalah, kendala, dan istilah yang mereka pakai.
- Gunakan AI sebagai asisten riset
- Minta daftar LSI berdasarkan intent: informasional, komersial, transaksional, navigasional.
Tip: ambil 5–12 keyword turunan yang paling kuat dan nyambung dengan tujuan artikel.
Kriteria Memilih Keyword Turunan yang Tepat
- Relevansi langsung dengan keyword utama (hindari nyasar).
- Mewakili sudut bahas penting (fitur, manfaat, masalah, langkah, perbandingan).
- Intensi pencarian sama (jangan mencampur niat “beli” ke artikel edukasi murni).
- Variasi bahasa alami pembaca (ejaan, istilah populer, bentuk pertanyaan).
Cara Menempatkan Keyword Turunan di Konten
- Judul & H1: fokus ke keyword utama. LSI tidak wajib di sini.
- H2/H3: gunakan LSI sebagai subtopik (sangat efektif).
- Paragraf isi: taburkan secara natural, jangan memaksa.
- FAQ: pilih LSI berbentuk pertanyaan (“apa”, “bagaimana”, “kenapa”).
- Gambar/alt text: jika relevan, masukkan LSI pendek (hindari keyword stuffing).
- Internal link: gunakan LSI sebagai anchor jika cocok, agar konteks makin jelas.
Hindari: menjejalkan LSI demi “mengejar kuantitas”. Prioritaskan kelancaran baca.
Contoh Nyata (Topik: “Hosting WordPress Cepat”)
- Keyword utama: hosting WordPress cepat
- Keyword turunan/LSI (contoh):
- “uptime 99,9%”, “server Indonesia”, “LiteSpeed Cache”, “CDN”,
- “optimasi gambar”, “TTFB rendah”, “uji PageSpeed”, “batas CPU/RAM”,
- “bandwidth”, “keamanan WAF”, “dukungan 24/7”
Contoh struktur H2/H3 dengan LSI
- H2: Faktor yang Membuat Hosting WordPress Cepat
- H3: TTFB Rendah & Server di Indonesia
- H3: Cache (LiteSpeed) & CDN
- H3: Optimasi Gambar & Kompresi
- H2: Cara Mengecek Kecepatan (PageSpeed & Pengujian Nyata)
- H2: Tips Memilih Paket (Batas CPU/RAM, Bandwidth, Uptime)
- H2: Keamanan & Support (WAF, Dukungan 24/7)
Contoh paragraf (blending natural):
Untuk menekan TTFB, pilih penyedia dengan server di Indonesia dan dukung LiteSpeed Cache. Jika kamu menargetkan audiens lokal, kombinasi server lokal + CDN membantu latensi tetap rendah saat trafik memuncak. Lengkapi dengan optimasi gambar (kompresi & format modern) untuk menjaga LCP tetap stabil.
Template Prompt (untuk AI Penulis)
Salin, lalu ganti bagian yang dicetak miring.
Buatkan artikel berbahasa Indonesia tentang “[keyword utama]”.
Target pembaca: “[persona]”. Tujuan: edukasi/konversi/lead gen.
Panjang: “[± jumlah kata]”. Gaya: “[tone]”.
Keyword turunan/LSI: “[daftar 5–12 LSI terpenting]”.
Gunakan H2/H3 yang jelas; jawab pertanyaan umum sebagai FAQ.
Selipkan internal & external link secara natural di paragraf yang butuh rujukan (jangan buat section khusus).
Tulis ringkas, padat contoh, dan hindari pengulangan berlebihan.
Checklist Cepat
- Sudah pilih 1 keyword utama
- Kumpulkan 5–12 LSI yang paling relevan
- Susun H2/H3 berdasarkan LSI (cover sudut bahas penting)
- Integrasikan LSI di paragraf secara natural
- Tambah FAQ dari cuplikan pertanyaan populer
- Gunakan internal link (anchor sesuai konteks)
- Review: hindari stuffing & kalimat bertele-tele
FAQ
Apakah keyword turunan harus muncul banyak kali?
Tidak ada angka baku. Prioritaskan kualitas konteks—cukup muncul wajar pada tempat paling relevan.
Apakah semua LSI harus dipakai?
Tidak. Pilih yang paling relevan dan mendukung intent artikel.
Apakah LSI sama dengan sinonim?
Tidak selalu. LSI mencakup istilah terkait, bukan hanya kata yang artinya sama.
Bisa dipakai di meta description?
Bisa, jika menambah kejelasan. Tapi jangan memaksa—meta harus natural dan mengundang klik.
Penutup
Keyword turunan membantu artikelmu lengkap, natural, dan mudah dipahami mesin pencari. Mulailah dari riset sederhana (SERP, PAA, kompetitor), pilih LSI paling relevan, lalu jadikan H2/H3 dan paragraf yang bernilai. Dengan pendekatan ini, satu keyword utama bisa melahirkan konten yang kaya, terstruktur, dan lebih siap bersaing di hasil pencarian.



