Kalau kamu sedang memilih hosting atau mau upgrade performa website, pasti sering lihat istilah seperti:
Daftar Isi
Toggle- SSD SATA
- SSD NVMe
- SSD M.2
Dan biasanya muncul pertanyaan klasik:
“Bedanya apa sih? Mana yang lebih cepat untuk website saya?”
Jangan khawatir.
Di artikel ini, kita bahas secara komprehensif, tapi dengan bahasa yang mudah dicerna, tanpa tenggelam dalam istilah teknis yang bikin ngantuk.
1. Kenapa Jenis SSD Penting untuk Website?
Sebelum masuk perbedaan SATA vs NVMe vs M.2, kamu perlu tahu satu hal:
Kecepatan SSD punya pengaruh besar ke performa WordPress, WooCommerce, hingga kecepatan loading website.
Kenapa?
Karena setiap klik user = server membaca data dari SSD.
Dampak nyata jenis SSD ke website:
- WordPress backend lebih responsif
- TTFB lebih rendah
- Database query WooCommerce lebih cepat
- Lebih kuat menghadapi trafik tinggi
- Lebih stabil saat proses caching & indexing
Itu sebabnya banyak hosting premium (termasuk Gapurahoster) pindah ke NVMe.
2. Apa itu SSD SATA? (Generasi Lama tapi Masih Layak)
SSD SATA adalah SSD generasi lebih awal yang menggantikan HDD.
Menggunakan interface: SATA III
→ punya batas kecepatan ± 500–550 MB/s
Kelebihan SSD SATA:
- Jauh lebih cepat dari HDD
- Harga lebih murah
- Cocok untuk kebutuhan ringan
Kelemahan SSD SATA untuk hosting modern:
- Tidak kuat menangani ribuan query database bersamaan
- Latency lebih tinggi
- Tidak cocok untuk WooCommerce atau LMS yang kompleks
Intinya: SATA itu “cukup” — tapi bukan yang tercepat.
3. Apa itu SSD NVMe? (Standar Emas Kecepatan Saat Ini)
NVMe adalah jenis SSD yang:
- Lebih modern
- Menggunakan jalur PCIe
- Didesain khusus untuk flash storage kecepatan tinggi
Kecepatan NVMe rata-rata:
- 3000–7000 MB/s (bahkan bisa lebih)
- IOPS jauh lebih tinggi (penting untuk query WordPress)
Kenapa NVMe unggul jauh dibanding SATA?
Karena NVMe punya:
- Banyak “jalur” data (PCIe)
- Latency rendah
- Ribuan antrian paralel
- Efisiensi tinggi untuk aplikasi web
Simpelnya:
NVMe = kecepatan generasi baru
SATA = kecepatan generasi lama
Efeknya sangat terasa untuk:
- WordPress + WooCommerce
- Website e-learning
- Dashboard admin
- Website dengan banyak plugin
4. M.2 Itu Apa? Banyak Orang Salah Paham
Ini yang sering bikin bingung:
M.2 bukan teknologi baru. M.2 cuma bentuk fisik SSD.
Jadi M.2 bisa berisi:
- M.2 SATA → Kecepatannya setara SSD SATA
- M.2 NVMe → Inilah yang super cepat
Kalau spesifikasi cuma bilang:
“SSD M.2”
…nah itu belum tentu cepat!
Yang harus kamu lihat adalah:
- M.2 SATA?
- atau
- M.2 NVMe PCIe?
5. Tabel Perbandingan Singkat SATA vs NVMe vs M.2
| Jenis SSD | Kecepatan | Kelebihan | Kekurangan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| SSD SATA | ±500 MB/s | Stabil, murah | Mulai lambat untuk website modern | Blog kecil, landing page |
| SSD NVMe | 3000–7000+ MB/s | Sangat cepat, latency rendah | Harga sedikit lebih tinggi | WordPress, WooCommerce, LMS |
| M.2 SATA | Sama seperti SATA | Bentuk kecil | Tidak lebih cepat | Laptop/desktop ringan |
| M.2 NVMe | NVMe full speed | Paling cepat | Butuh support motherboard | Hosting modern, server produksi |
6. Pengaruhnya ke Website WordPress & WooCommerce
Jika website kamu:
- hanya blog pribadi
- tanpa plugin berat
- trafik kecil
→ SSD SATA masih cukup.
TAPI kalau website kamu:
- pakai WooCommerce
- pakai TutorLMS / LearnPress
- membership dengan banyak user
- trafik harian ratusan–ribuan
- digunakan bisnis
→ Wajib NVMe untuk jaga stabilitas & kecepatan.
WooCommerce itu boros query, jadi SATA mudah ngos-ngosan.
7. Daya Tahan SSD: Apa itu TBW dan DWPD?
Selain kecepatan, penting juga tahu umur SSD.
TBW (Terabytes Written)
Seberapa banyak data total yang bisa ditulis ke SSD selama masa pakai.
Contoh umum:
- SSD 1TB: 300–600 TBW
Artinya SSD aman dipakai bertahun-tahun bahkan untuk server.
DWPD (Drive Writes Per Day)
Berapa kali kapasitas SSD boleh ditulis ulang per hari selama masa garansi.
Biasanya dipakai di SSD enterprise.
SSD NVMe modern umurnya panjang
Rata-rata SSD dengan 600 TBW bisa bertahan:
12–16 tahun dengan pemakaian normal.
Di server, umur bisa lebih panjang karena:
- suhu terkontrol
- power stabil
- manajemen write lebih efisien
Jadi mitos “SSD cepat mati” itu sudah jadul.
8. Tips Memilih SSD untuk Website
Jika website kamu ringan → SATA cukup
Blog, company profile, landing page sederhana.
Jika website kamu bisnis → NVMe wajib
WooCommerce, LMS, membership, web app, marketplace mini.
Cek hosting yang kamu gunakan
Pastikan hosting menyebutkan:
- “SSD NVMe” (bukan cuma SSD)
- Lokasi server dekat Indonesia
- Web server modern (LiteSpeed/OLS)
- Optimasi WordPress
Kalau cuma tertulis “SSD”, itu bisa jadi SATA biasa.
9. Kenapa Gapurahoster Menggunakan NVMe untuk Semua Hosting?
Karena setelah ngerjain ribuan website client, polanya selalu sama:
- WordPress makin berat
- Plugin makin banyak
- User makin mobile
- Google makin ketat soal kecepatan
- WooCommerce makin butuh resources
Makanya semua paket Gapurahoster Hosting sudah pakai:
✔ Full NVMe SSD
Untuk kecepatan optimal WordPress & WooCommerce.
✔ LiteSpeed + LSCache
Paket combo tercepat untuk WordPress.
✔ Server Singapura
Akses super cepat untuk visitor Indonesia.
✔ Optimasi WordPress bawaan
Anti ribet, tinggal pakai.
Hasilnya, website:
- lebih cepat terbuka
- lebih kuat saat trafik naik
- lebih stabil untuk bisnis
- lebih mudah ranking SEO karena speed bagus
Kalau kamu mau website yang kencang, stabil, dan siap diajak berkembang,
pakai NVMe hosting itu bukan pilihan, tapi fondasi utama.



