Perbedaan SSD SATA, SSD NVMe, dan M.2

Perbedaan SSD SATA, SSD NVMe, dan M.2

Kalau kamu sedang memilih hosting atau mau upgrade performa website, pasti sering lihat istilah seperti:

  • SSD SATA
  • SSD NVMe
  • SSD M.2

Dan biasanya muncul pertanyaan klasik:
“Bedanya apa sih? Mana yang lebih cepat untuk website saya?”

Jangan khawatir.
Di artikel ini, kita bahas secara komprehensif, tapi dengan bahasa yang mudah dicerna, tanpa tenggelam dalam istilah teknis yang bikin ngantuk.


1. Kenapa Jenis SSD Penting untuk Website?

Sebelum masuk perbedaan SATA vs NVMe vs M.2, kamu perlu tahu satu hal:

Kecepatan SSD punya pengaruh besar ke performa WordPress, WooCommerce, hingga kecepatan loading website.

Kenapa?

Karena setiap klik user = server membaca data dari SSD.

BACA JUGA :  7 Keuntungan Menggunakan Web Hosting Murah untuk Bisnis Kecil

Dampak nyata jenis SSD ke website:

  • WordPress backend lebih responsif
  • TTFB lebih rendah
  • Database query WooCommerce lebih cepat
  • Lebih kuat menghadapi trafik tinggi
  • Lebih stabil saat proses caching & indexing

Itu sebabnya banyak hosting premium (termasuk Gapurahoster) pindah ke NVMe.


2. Apa itu SSD SATA? (Generasi Lama tapi Masih Layak)

SSD SATA adalah SSD generasi lebih awal yang menggantikan HDD.

Menggunakan interface: SATA III

→ punya batas kecepatan ± 500–550 MB/s

Kelebihan SSD SATA:

  • Jauh lebih cepat dari HDD
  • Harga lebih murah
  • Cocok untuk kebutuhan ringan

Kelemahan SSD SATA untuk hosting modern:

  • Tidak kuat menangani ribuan query database bersamaan
  • Latency lebih tinggi
  • Tidak cocok untuk WooCommerce atau LMS yang kompleks

Intinya: SATA itu “cukup” — tapi bukan yang tercepat.


3. Apa itu SSD NVMe? (Standar Emas Kecepatan Saat Ini)

NVMe adalah jenis SSD yang:

  • Lebih modern
  • Menggunakan jalur PCIe
  • Didesain khusus untuk flash storage kecepatan tinggi

Kecepatan NVMe rata-rata:

  • 3000–7000 MB/s (bahkan bisa lebih)
  • IOPS jauh lebih tinggi (penting untuk query WordPress)

Kenapa NVMe unggul jauh dibanding SATA?

Karena NVMe punya:

  • Banyak “jalur” data (PCIe)
  • Latency rendah
  • Ribuan antrian paralel
  • Efisiensi tinggi untuk aplikasi web

Simpelnya:

NVMe = kecepatan generasi baru
SATA = kecepatan generasi lama

Efeknya sangat terasa untuk:

  • WordPress + WooCommerce
  • Website e-learning
  • Dashboard admin
  • Website dengan banyak plugin

4. M.2 Itu Apa? Banyak Orang Salah Paham

Ini yang sering bikin bingung:

M.2 bukan teknologi baru. M.2 cuma bentuk fisik SSD.

Jadi M.2 bisa berisi:

  • M.2 SATA → Kecepatannya setara SSD SATA
  • M.2 NVMe → Inilah yang super cepat

Kalau spesifikasi cuma bilang:
“SSD M.2”
…nah itu belum tentu cepat!

BACA JUGA :  Pilih Shared Hosting atau VPS? Ini Pertimbangannya!

Yang harus kamu lihat adalah:

  • M.2 SATA?
  • atau
  • M.2 NVMe PCIe?

5. Tabel Perbandingan Singkat SATA vs NVMe vs M.2

Jenis SSDKecepatanKelebihanKekuranganCocok untuk
SSD SATA±500 MB/sStabil, murahMulai lambat untuk website modernBlog kecil, landing page
SSD NVMe3000–7000+ MB/sSangat cepat, latency rendahHarga sedikit lebih tinggiWordPress, WooCommerce, LMS
M.2 SATASama seperti SATABentuk kecilTidak lebih cepatLaptop/desktop ringan
M.2 NVMeNVMe full speedPaling cepatButuh support motherboardHosting modern, server produksi

6. Pengaruhnya ke Website WordPress & WooCommerce

Jika website kamu:

  • hanya blog pribadi
  • tanpa plugin berat
  • trafik kecil
    → SSD SATA masih cukup.

TAPI kalau website kamu:

  • pakai WooCommerce
  • pakai TutorLMS / LearnPress
  • membership dengan banyak user
  • trafik harian ratusan–ribuan
  • digunakan bisnis
    Wajib NVMe untuk jaga stabilitas & kecepatan.

WooCommerce itu boros query, jadi SATA mudah ngos-ngosan.


7. Daya Tahan SSD: Apa itu TBW dan DWPD?

Selain kecepatan, penting juga tahu umur SSD.

TBW (Terabytes Written)

Seberapa banyak data total yang bisa ditulis ke SSD selama masa pakai.

Contoh umum:

  • SSD 1TB: 300–600 TBW

Artinya SSD aman dipakai bertahun-tahun bahkan untuk server.

DWPD (Drive Writes Per Day)

Berapa kali kapasitas SSD boleh ditulis ulang per hari selama masa garansi.

Biasanya dipakai di SSD enterprise.

SSD NVMe modern umurnya panjang

Rata-rata SSD dengan 600 TBW bisa bertahan:

12–16 tahun dengan pemakaian normal.

Di server, umur bisa lebih panjang karena:

  • suhu terkontrol
  • power stabil
  • manajemen write lebih efisien

Jadi mitos “SSD cepat mati” itu sudah jadul.


8. Tips Memilih SSD untuk Website

Jika website kamu ringan → SATA cukup

Blog, company profile, landing page sederhana.

BACA JUGA :  Pengertian Username dan Perbedaannya di Platform yang Berbeda

Jika website kamu bisnis → NVMe wajib

WooCommerce, LMS, membership, web app, marketplace mini.

Cek hosting yang kamu gunakan

Pastikan hosting menyebutkan:

  • “SSD NVMe” (bukan cuma SSD)
  • Lokasi server dekat Indonesia
  • Web server modern (LiteSpeed/OLS)
  • Optimasi WordPress

Kalau cuma tertulis “SSD”, itu bisa jadi SATA biasa.


9. Kenapa Gapurahoster Menggunakan NVMe untuk Semua Hosting?

Karena setelah ngerjain ribuan website client, polanya selalu sama:

  • WordPress makin berat
  • Plugin makin banyak
  • User makin mobile
  • Google makin ketat soal kecepatan
  • WooCommerce makin butuh resources

Makanya semua paket Gapurahoster Hosting sudah pakai:

Full NVMe SSD

Untuk kecepatan optimal WordPress & WooCommerce.

✔ LiteSpeed + LSCache

Paket combo tercepat untuk WordPress.

✔ Server Singapura

Akses super cepat untuk visitor Indonesia.

✔ Optimasi WordPress bawaan

Anti ribet, tinggal pakai.

Hasilnya, website:

  • lebih cepat terbuka
  • lebih kuat saat trafik naik
  • lebih stabil untuk bisnis
  • lebih mudah ranking SEO karena speed bagus

Kalau kamu mau website yang kencang, stabil, dan siap diajak berkembang,
pakai NVMe hosting itu bukan pilihan, tapi fondasi utama.

Simak Juga Artikel Lainnya :

[variable_1]  telah membeli [variable_2], [variable_3] menit yang lalu.