Ketika mengelola hosting dengan DirectAdmin, terutama menggunakan VPS atau Dedicated Server Anda mungkin menemui masalah di mana domain terlihat tersuspend tetapi tidak ada indikasi di panel GUI DirectAdmin. Bahkan, kasus ini sering terjadi pada pengguna yang memiliki banyak addon domain dalam satu akun hosting. Salah satu addon domain bisa tersuspend, sementara domain utama tetap aktif. Situasi ini membuat bingung karena tidak ada opsi langsung di panel untuk melakukan unsuspend.
Daftar Isi
ToggleDalam artikel ini, Gapurahoster akan membahas penyebab umum masalah ini dan cara menyelesaikannya melalui akses terminal root server.
Penyebab Domain Tersuspend
Beberapa penyebab umum domain tersuspend adalah sebagai berikut:
- Quota Terlampaui:
- Penggunaan disk space atau bandwidth melebihi batas yang ditentukan.
- Pengaturan Manual dari Admin:
- Domain mungkin tersuspend oleh administrator untuk alasan tertentu.
- Masalah Konfigurasi File DirectAdmin:
- File konfigurasi domain di server bisa saja mengalami error atau tidak sinkron dengan data di GUI.
- Addon Domain Konflik:
- Jika Anda memiliki banyak addon domain dalam satu akun hosting, terkadang domain tertentu bisa mengalami konflik konfigurasi.
Gejala Domain Tersuspend
- Domain tidak bisa diakses:
- Saat diakses, domain menampilkan pesan “Account Suspended” atau serupa.
- Tidak ada opsi unsuspend di DirectAdmin GUI:
- Domain tidak menunjukkan status tersuspend di panel, sehingga tidak ada tombol “unsuspend” yang tersedia.
- Domain utama aktif, tetapi addon domain bermasalah:
- Domain utama tetap berjalan normal, namun addon domain mengalami suspend.
Solusi Melalui Terminal Root Server
Untuk mengatasi masalah ini, Anda memerlukan akses root ke server dan menjalankan perintah melalui terminal. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Login ke Server dengan Akses Root
Gunakan SSH untuk masuk ke server sebagai root. Jika menggunakan terminal Linux atau macOS, jalankan perintah:
ssh root@IP-ADDRESS
Ganti IP-ADDRESS dengan alamat IP server Anda.
2. Jalankan Perintah Unsuspend
Gunakan perintah berikut untuk melakukan unsuspend pada domain yang bermasalah:
/usr/local/directadmin/directadmin unsuspend-domain --domain=namadomain.com
Ganti namadomain.com dengan nama domain yang ingin Anda unsuspend.
Contoh:
Jika domain Anda adalah contohdomain.com, perintahnya menjadi:
/usr/local/directadmin/directadmin unsuspend-domain --domain=contohdomain.com
3. Verifikasi Status Domain
Setelah menjalankan perintah di atas, periksa apakah domain sudah kembali aktif dengan cara:
- Cek di Panel DirectAdmin:
- Pastikan domain tidak lagi muncul dengan status tersuspend.
- Akses Domain:
- Buka domain di browser untuk memastikan domain dapat diakses dengan normal.
4. Troubleshooting Tambahan
Jika domain masih bermasalah setelah menjalankan perintah di atas, lakukan langkah-langkah berikut:
- Restart DirectAdmin Service: Jalankan perintah berikut untuk me-restart layanan DirectAdmin:
systemctl restart directadmin
- Cek Log DirectAdmin: Periksa log DirectAdmin untuk mengetahui penyebab lebih lanjut:
tail -f /var/log/directadmin/error.log
Tips Mencegah Domain Tersuspend
- Pantau Penggunaan Resource:
- Periksa penggunaan disk space dan bandwidth secara berkala.
- Kelola Addon Domain dengan Baik:
- Jika memungkinkan, pisahkan addon domain menjadi akun hosting terpisah untuk mencegah konflik.
- Backup Konfigurasi:
- Selalu simpan backup file konfigurasi DirectAdmin jika sewaktu-waktu terjadi masalah.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat mengatasi masalah domain tersuspend di DirectAdmin meskipun tidak ada indikasi di panel GUI. Pastikan Anda memiliki akses root ke server untuk menyelesaikan masalah ini secara efektif. Jika masalah terus berlanjut, hubungi penyedia hosting atau tim teknis untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.



