Memilih hosting adalah salah satu langkah terpenting ketika memulai website. Hosting menentukan kecepatan website, stabilitas, keamanan, dan bahkan peringkat SEO di Google.
Namun untuk pemula, memilih hosting sering terasa membingungkan karena banyak istilah teknis seperti shared hosting, cloud hosting, VPS, bandwidth, CPU, RAM, LiteSpeed, storage NVMe, dan sebagainya.
Daftar Isi
ToggleTenang—di panduan ini kita akan membahas semuanya dengan bahasa sederhana dan jelas, khusus untuk pembaca Gapurahoster yang ingin memulai website tanpa pusing teknis.
Apa Itu Hosting dan Kenapa Penting?
Hosting adalah tempat untuk menyimpan file website seperti:
- gambar
- teks
- database
- video
- plugin
- tema
- sistem website
Tanpa hosting, website tidak bisa diakses.
Ibarat rumah:
- Domain = alamat rumah
- Hosting = tanah tempat rumah dibangun
- Website = bangunan rumahnya
Kalau hostingnya lemot, website pun lemot. Kalau hostingnya sering down, website ikut mati.
Hosting yang baik sangat penting untuk website seperti:
- toko online (seperti Berjualan.co.id)
- LMS (seperti ecourse.edutechno.id)
- company profile (seperti Globalcybermedia)
- blog edukasi (seperti Edutechno.id)
Jenis-Jenis Hosting yang Perlu Dipahami Pemula
Ada banyak jenis hosting, namun yang paling relevan untuk pemula adalah dua ini:
- Shared Hosting
- VPS (Virtual Private Server)
Mari kita bahas secara rinci.
1. Shared Hosting (Paling Cocok untuk Pemula)
Shared hosting adalah hosting di mana satu server digunakan bersama banyak pengguna.
Ini bukan hal negatif—justru sangat ideal untuk pemula karena:
- murah
- mudah digunakan
- tidak perlu setting server
- WordPress bisa diinstal 1 klik
- cocok untuk business owner non-teknis
Shared hosting seperti paket yang disediakan Gapurahoster sudah dilengkapi:
- LiteSpeed Web Server
- NVMe Storage
- SSL Gratis
- Auto Backup
- Auto Installer WordPress
Cocok untuk:
- website baru
- blog pribadi
- company profile
- landing page
- toko online kecil
- website UMKM
- portofolio
Shared hosting biasa dipilih pengguna yang ingin website cepat jadi dan mudah dipelajari.
2. VPS (Virtual Private Server) – Untuk Pengguna yang Lebih Lanjut
VPS adalah server virtual yang sumber dayanya dedicated (bukan dibagi).
Artinya, Anda punya kontrol penuh terhadap server.
VPS membutuhkan kemampuan teknis seperti:
- install panel (cPanel, DirectAdmin, CyberPanel)
- konfigurasi firewall
- optimasi web server
- menangani keamanan server
- manajemen service (PHP, MySQL, cron)
Cocok untuk:
- website besar
- toko online besar
- website dengan traffic tinggi
- web app atau sistem internal
- LMS besar seperti Edutechno (jika jumlah siswa ribuan)
VPS sangat powerful, tapi tidak cocok untuk pemula yang belum paham server.
Shared Hosting vs VPS (Perbandingan Lengkap)
| Faktor | Shared Hosting | VPS |
|---|---|---|
| Harga | Murah | Lebih mahal |
| Penggunaan | Sangat mudah | Butuh skill teknis |
| Kecepatan | Cepat kalau pakai LiteSpeed | Bisa lebih cepat |
| Maintenance | Tidak perlu | Perlu teknisi |
| Cocok untuk | Pemula & UMKM | Website besar |
| Customisasi | Terbatas | Bebas |
| Kapasitas | Cukup untuk website kecil–menengah | Sangat besar |
💡 Kesimpulan untuk pengguna Gapurahoster:
Jika Anda baru mulai → Shared Hosting adalah pilihan terbaik.
Faktor Penting Saat Memilih Hosting untuk Pemula
Berikut checklist lengkap yang harus diperhatikan pembaca Gapurahoster sebelum membeli hosting.
1. Kecepatan (Speed)
Kecepatan hosting sangat penting karena:
- pengunjung tidak suka website lemot
- Google ranking lebih tinggi untuk website cepat
- konversi penjualan meningkat
Faktor penentu speed hosting:
a. Web Server (LiteSpeed vs Apache)
LiteSpeed → jauh lebih cepat, stabil, dan sangat cocok untuk WordPress.
Gapurahoster sudah memakai LiteSpeed.
b. Storage NVMe
NVMe jauh lebih cepat dibanding SSD.
Impact terbesar pada website WordPress dan WooCommerce.
c. Lokasi Server
Jika target market Indonesia → gunakan server Indonesia.
Latency lebih rendah → website lebih cepat.
2. Kapasitas Storage (Ruang Penyimpanan)
Semakin besar kebutuhan website, semakin penting kapasitas storage.
Untuk pemula, rekomendasi:
- Website biasa: 1–3 GB cukup
- Website UMKM: 3–5 GB
- Toko online: 5–10 GB
- Website banyak gambar: 10–20 GB
- LMS (video di hosting lain): 5–10 GB
Contoh: ecourse.edutechno.id tidak menyimpan video di hosting, melainkan di platform streaming, sehingga storage tidak cepat penuh.
3. Bandwidth & Resource Server
Bandwidth menentukan seberapa banyak pengunjung bisa mengakses website tanpa error.
Hosting Gapurahoster sudah unlimited bandwidth sehingga aman untuk pemula.
Resource penting lainnya:
- CPU Core
- RAM
- I/O
- Inode
Semakin besar website, semakin besar resource yang diperlukan.
4. Kemudahan Penggunaan (Ease of Use)
Pemula biasanya ingin hosting yang:
- ada installer WordPress 1 klik
- panel mudah digunakan
- tidak perlu setting ribet
- ada auto backup
- ada SSL otomatis
Itulah kenapa shared hosting Gapurahoster sangat cocok untuk pengguna baru.
5. Kualitas Support (Ini Faktor Paling Penting)
Tidak peduli seberapa bagus hostingnya, Anda pasti butuh bantuan untuk:
- error WordPress
- plugin crash
- domain tidak terhubung
- migrasi website
- email tidak masuk
- troubleshooting bug
Karena itu pilih hosting yang:
- supportnya cepat
- supportnya manusia (bukan bot)
- ramah pemula
- mau bantu sampai beres
Inilah kelebihan Gapurahoster dibanding banyak hosting lain:
Tim support benar-benar membantu sampai tuntas, bukan cuma menjawab “template”.
6. Harga yang Sesuai Kebutuhan
Hosting mahal belum tentu yang terbaik untuk pemula.
Sebagai gambaran:
- Business profile: paket shared murah sudah cukup
- Blog edukasi: shared hosting menengah
- Toko online: shared hosting menengah–besar
- Website multi-halaman: shared menengah
- LMS sederhana: shared besar atau VPS kecil
- Sistem internal: VPS
Rekomendasi Berdasarkan Jenis Website
1. Untuk Blog / Personal Branding
✔ Shared hosting kecil
Contoh: website seperti PraktisiDigital.com
2. Untuk UMKM / Company Profile
✔ Shared hosting menengah
Contoh: Globalcybermedia atau jasa lokal lainnya
3. Untuk Toko Online WooCommerce
✔ Shared hosting besar
✔ Atau upgrade ke VPS jika trafik tinggi
Contoh: Berjualan.co.id
4. Untuk Website Kursus / LMS
✔ Shared hosting besar
✔ Atau VPS jika pengguna banyak
Contoh: ecourse.edutechno.id
5. Untuk Landing Page Iklan
✔ Shared hosting cukup
Speed LiteSpeed sangat membantu konversi funnel.
Checklist Memilih Hosting untuk Pemula
Gunakan checklist ini sebelum membeli hosting:
- Ada LiteSpeed (bukan Apache)
- Storage NVMe
- Server Indonesia
- SSL Gratis
- Bisa WordPress 1 Klik
- Ada auto backup
- Ada support manusia 24/7
- Bandwidth unlimited
- Harga sesuai kebutuhan
- Resource jelas (CPU, RAM, I/O)
Jika semuanya terpenuhi → hosting tersebut cocok untuk pemula.
Kesimpulan: Hosting Mana yang Tepat untuk Pemula?
Untuk pengguna baru Gapurahoster:
- Shared Hosting adalah pilihan terbaik
- Cocok untuk blog, company profile, landing page, toko online kecil
- Mudah dipakai, murah, cepat, dan tidak ribet
- Speed bagus dengan LiteSpeed + NVMe
- Support manusia mempermudah pemula belajar
Jika website mulai besar dan trafik meningkat, Anda bisa upgrade ke:
- VPS
- Cloud hosting
- Shared yang lebih tinggi
Choosing hosting yang tepat adalah investasi jangka panjang. Dengan hosting yang baik, website Anda bisa:
✔ lebih cepat
✔ lebih aman
✔ lebih mudah ditemukan Google
✔ meningkatkan penjualan



