Cara Mengelola Bisnis Rumahan di Masa Pandemi Covid-19

4 min read

Pada masa pandemi Covid-19 ini semua orang dianjurkan untuk sebanyak mungkin berada di rumah. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, disarankan untuk tidak keluar rumah. Hal ini demi menjaga agar kita tetap sehat dan meminimalkan risiko penularan penyakit tersebut. Seiring dengan ini, bisnis rumahan pun semakin meningkat.

Mengurangi aktivitas di luar rumah, tentu ada dampaknya. Semua orang menjadi kesulitan mendapatkan bahan makanan atau barang-barang keperluan lainnya. Di sisi lain, ada celah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan rezeki. Apa lagi kalau bukan bisnis rumahan?

Langkah Awal Mengelola Bisnis Rumahan

Bisnis rumahan atau bisnis yang bisa dilakukan dari rumah, seakan menjadi lahan subur bagi banyak orang. Semenjak masa pandemi, pemesanan melalui daring (dalam jaringan) atau online, meningkat hingga 300 persen. Bagi Anda yang ingin ikut terjun menekuni bisnis rumahan, simak cara mengelolanya, berikut ini:

Cari Ide Bisnis

Langkah awal dalam menjalani bisnis rumahan adalah mencari ide. Produk apa yang ingin Anda tawarkan? Barang atau jasa? Jika ingin menawarkan barang, kira-kira barang jenis apa? Apakah produk segar untuk keperluan dapur? Atau berupa pakaian sehari-hari? Alat rumah tangga? Jika ingin menawarkan jasa, kira-kira bidang apa? Jasa cuci seterika? Jasa pengiriman barang? Atau yang lain?

Ide bisnis yang bisa dikerjakan di rumah ini tergantung minat dan kemampuan yang Anda miliki. Apabila Anda senang memasak, cobalah menjual makanan matang hasil kreasi sendiri. Bisa juga menjual kue-kue sebagai camilan keluarga. Masa-masa di rumah saja seperti sekarang ini, seluruh anggota keluarga lebih banyak berkumpul di rumah, sehingga memerlukan lebih banyak persediaan makanan.

Jika Anda memiliki energi lebih atau mampu mempekerjakan karyawan, bisa juga membuka jasa cuci seterika. Bagaimana pun, saat semua anggota keluarga lebih banyak di rumah, pasti ibu rumah tangga kewalahan mengurusnya. Jadi, sangat mungkin akan memercayakan pekerjaan cuci seterika ke jasa laundry.

Pilih Bidang Sesuai Passion

Melakukan pekerjaan yang Anda sukai, rasanya seperti melakukan hobi dan dibayar. Anda akan melakukannya dengan sepenuh hati dan perasaan yang riang gembira, sehingga terus menerus merasa semangat. Karenanya, pilihlah bisnis rumahan yang sesuai passion. Di masa pandemi seperti ini, Anda memiliki waktu lebih banyak daripada biasanya. Jika passion Anda selama ini adalah dalam bidang memasak, sekarang waktu yang tepat menjadikan keinginan dan keahlian Anda menjadi bisnis yang mendatangkan uang. Jika Anda menyukai fotografi, segeralah siapkan diri untuk membuka bisnis jasa foto di rumah. Anda senang menulis? Bukalah bisnis jasa menulis artikel atau aktivitas tulis menulis lainnya. Semangat dalam menjalani bisnis rumahan yang sesuai passion, akan membuat bisnis cepat sukses.

Hitung Kebutuhan Modal

Tidak bisa dimungkiri, semua bisnis, termasuk bisnis rumahan, membutuhkan modal. Jangan kecil hati dahulu, modal yang dimaksud tidak selalu berupa uang. Bisa juga modal berupa pengetahuan dan kemampuan. Bidang fotografi, selain membutuhkan modal berupa kamera dan alat-alat penunjangnya, Anda juga dituntut untuk memiliki modal skill. Hitung semua modal dengan teliti. Kunci utamanya adalah beli barang-barang yang paling penting dahulu agar bisnis Anda bisa segera berjalan. Hindari membeli barang-barang yang kurang penting atau yang belum terlalu diperlukan.

Maksimalkan Sesuatu yang Ada di Rumah

Mengelola bisnis rumahan memang tidak jauh berbeda dengan bisnis yang dilakukan di luar rumah. Tambahan poin plus bisnis rumahan adalah bisa menggunakan barang-barang atau apa pun yang ada di rumah. Maksimalkan penggunaan barang-barang yang sudah tersedia di rumah, seperti peralatan memasak (jika Anda membuka bisnis rumahan bidang kuliner), garasi atau ruangan lain (jika Anda membuka bisnis yang membutuhkan tempat operasional), dan lain-lain. Dengan demikian, Anda dapat memangkas biaya modal.

Temukan Keunggulan Produk

Berapa banyak orang yang berjualan jilbab? Ada berapa toko orang yang menjual baju? Pernahkah Anda menghitung jumlah usaha di bidang kuliner? Tentu saja tidak terhitung. Lalu, bagaimana produk yang Anda jual bisa dikenal dan disukai masyarakat? Temukanlah keunikan produk yang akan menjadi ciri khas dan keunggulan dari produk yang Anda jual. Biar saja banyak orang yang menjual jilbab, tapi jilbab yang Anda jual, motifnya tidak pasaran, jahitannya lebih rapi, dan bisa pesan dengan model tertentu. Boleh saja banyak orang yang menjual kue bolu, tapi kue yang Anda jual, terbuat dari tepung rendah kalori, sehingga tidak membuat konsumennya cepat gemuk. Banyak keunggulan yang digali dari produk yang Anda juga. Tugas Anda adalah menemukan keunggulan tersebut.

Bentuk Tim Kecil

Bisnis rumahan pun membutuhkan tim yang kuat. Tim di sini bukan berarti tim besar seperti bisnis yang dilakukan di kantor-kantor besar di luar sana. Tim di sini maksudnya adalah ada orang yang bisa diajak berbagi peran. Misalnya, jika Anda yang bertugas membuat kue, suami bagian yang mengantarkan kue-kue tersebut. Jika Anda bagian membeli kain untuk dibuat menjadi pakaian, kerahkan adik atau anak paling besar untuk menjaga Si Bungsu yang masih balita. Jika Anda bagian menghitung biaya produksi, serahkan orang lain untuk melakukan produksinya. Pilih orang-orang yang benar-benar mendukung atau setidaknya mau membantu. Syukur-syukur orang tersebut satu visi dengan Anda dalam menjalankan bisnis rumahan ini.

Begini Cara Mengelola Bisnis Rumahan

Setelah melakukan langkah awal, selanjutnya Anda bisa mengelola bisnis rumahan dengan cara seperti ini:

Catat Semuanya

Ini tidak kalah penting. Catat semua hal yang berhubungan dengan operasional bisnis. Pengeluaran, pemasukan, pembelian bahan-bahan, bahkan jika ada orang lain yang meminjam atau membeli produk Anda dan dibayar belakangan, harus dicatat dengan baik dan teliti. Catatan ini untuk memperlancar roda usaha, sehingga akan terlihat seberapa besar biaya operasional yang sudah dikeluarkan dan berapa keuntungan yang sudah Anda dapatkan.

Bedakan Uang Usaha dan Rumah Tangga

Banyak orang yang gagal dalam bisnis, termasuk bisnis rumahan, karena tidak memisahkan antara uang usaha dan uang rumah tangga. Apabila uang dicampur, ada kemungkinan keuntungan usaha akan terpakai untuk urusan rumah tangga. Akibatnya, bisnis bisa terhambat karena uang yang seharusnya diputar untuk menjalankan roda usaha, sudah terpakai untuk keperluan rumah tangga. Sebaiknya Anda memisahkan uang usaha dan uang rumah tangga, lalu disiplin, uang usaha hanya digunakan untuk keperluan usaha, uang rumah tangga hanya digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Jangan Terlalu Banyak Persediaan

Pada awal memulai bisnis, jangan terlalu banyak menyimpan persediaan produk. Apalagi jika produk tersebut Anda dapatkan dengan membeli, sehingga modal yang Anda keluarkan pun semakin banyak. Sediakan produk sedikit saja dahulu. Hal ini untuk meminimalkan risiko apabila produk belum terjual secara maksimal.

Pasarkan Secara Online

Di masa pandemi seperti saat ini, memasarkan produk dengan cara daring / dalam jaringan (online) adalah yang paling tepat. Anda dapat memasarkan produk melalui media sosial. Instagram dan Facebook, misalnya. Jika Anda sudah punya akun media sosial dan selama ini hanya berisi hal-hal tidak penting, mulai sekarang, manfaatkan untuk mempromosikan produk yang Anda jual. Jangan lupa, cantumkan identitas Anda, seperti nama dan foto diri. Boleh mencantumkan alamat, tetapi jangan terlalu lengkap. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Andalah pemilik bisnis yang ada di media sosial tersebut. Tidak punya akun media sosial? Buatlah sekarang juga.

Gunakan Website untuk Membangun Kepercayaan

Selain menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, Anda disarankan untuk memiliki website. Selain untuk lebih mengenalkan produk dan meningkatkan kemungkinan transaksi, website ampuh untuk membangun kepercayaan pada calon pembeli. Ingatlah bahwa Anda memasarkan produk di dunia maya. Banyak orang tertipu karena penjualnya tidak nyata, sehingga orang akan berpikir berkali-kali sebelum melakukan transaksi. Dengan adanya website, kepercayaan calon pembeli lebih meningkat. Sebab, biasanya yang memiliki website, berarti serius berbisnis. Apalagi ada media sosial yang menunjukkan diri Anda sebagai pemilik bisnis.

Saat ini sudah ada jasa penyedia website untuk membuka toko online, yaitu Gapura Hoster. Dengan harga yang sangat terjangkau, Anda sudah bisa memiliki domain dan hosting untuk menggelar lapak. Cara menggunakannya juga mudah. Selain itu, customer service-nya cepat dalam menanggapi segala keperluan Anda.

Jangan Takut Gagal

Tidak ada bisnis yang langsung berjalan dengan lancar dan pesat. Semua ada prosesnya. Langkah awal dalam mengelola bisnis rumahan adalah jangan takut gagal. Lakukan saja segala sesuatu yang sudah direncanakan. Mulailah segera, sebab kunci utamanya tidak ada lain selain memulai. Ingatlah bahwa seribu langkah dimulai dari langkah pertama. Jika Anda tidak memulainya dari sekarang, maka bisa dipastikan, Anda tidak akan pernah mulai. Bagaimana kalau nanti gagal? Justru, Anda bisa belajar dari kegagalan tersebut. Pelajari penyebab kegagalan, lalu bangkitlah kembali dengan memperbaikinya.

Melakukan bisnis rumahan di masa pandemi ini bisa dikatakan pilihan tepat. Mumpung di rumah saja, Anda bisa menggali potensi diri sambil mencari cuan. Yuk, segera kelola bisnis Anda!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *